CreePy Notes

CreePy Notes
READ AND ENJOY THE STORY!!

Minggu, 20 Desember 2015

Photo

Rasa capek memenuhi otaknya, tubuhnya sudah lelah mengerjakan ini dan itu. Ingin rasanya dia tidur dengan nyenyak di atas kasurnya. Apa boleh buat, tuntutan pekerjaan membuatnya harus terjaga semalaman. Didepan laptop dan secangkir kopinya, dia mengetik keyboard dengan cepat. Didalam benaknya, pekerjaan ini harus tuntas dengan segera!
setelah sebulan Ia lembur, akhinya dia dapat bersantai. Besoknya, ia pergi ke rumah lamanya disebuah daerah terpencil. Rumah itu masih layak huni. Rumah itu dulunya ditempati oleh almarhum Kakeknya. Meskipun sudah berbulan-bulan tidak terawat, Ia merasa nyaman tinggal di tempat itu. Jarak apartemennya dengan rumah itu sekitar 6 jam , dan Ia harus memakai mobilnya untuk kesana.

Selama di perjalanan, kelopak matanya terasa sangat berat. Ia baru ingat jika dirinya tidak tidur dengan cukup.
Ia mengerang sakit kepala. Dengan terpaksa ia berhenti di rest area. Ia membeli kopi untuk meredakan rasa kantuknya yang menyerang tiba-tiba. Setelah merasa sedikit lebih baik, Ia melanjutkan perjalanan. 6 jam pun berlalu, ia sudah sampai di tujuannya. Dia memarkir mobilnya di garasi, dan memasuki rumah lamanya itu. Saat ia membuka pitu, banyak debu berterbangan dimana-mana. Dalam pikirannya sudah ingin tidur karena lelah. Tenaganya terkuras habis untuk menyetir, hari pun sudah malam.

Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukan angka 12 malam. dengan perlahan, ia berjalan ke kamarnya. Dia membuka pintu dan terkejut. Ia melihat foto seorang pria di dinding. Pria yang tidak di kenalnya, mungkin itu teman kakeknya. Pria di foto itu seolah-olah menatap lekat padanya, Wajah pria itu menyeramkan. Seakan-akan mengawasi sesuatu. Karena rasa kantuknya sudah bertambah, ia tidak menghiraukan itu dan langsung tertidur.
keesokan harinya, Ia bangun dan menguap lebar. Dia sedikit merenggangkan badannya. Ia melihat foto itu. kemudian ia terkejut mendapati itu hanya sebuah jendela, Jendela besar yang terbuka lebar..

Rabu, 09 Desember 2015

MARY

Alkisah, ada seorang gadis bernama Mary. Sejak ia masih kecil, Ia sudah mempunyai boneka perempuan yang diberi nama Marie. Ia tidak pernah lepas dari boneka itu hingga ia masuk TK. Saat itu, Mary pergi ke kelasnya, ia melihat Bonekanya itu terkena lumpur. Mary menangis melihat bonekanya kotor. Dia berkata " Aku tidak mengijinkan seorang pun yang menyakitinya!".
Esoknya, Henny meninggal akibat terperosok kedalam sumur. Mary bertambah sedih, karena Henny adalah teman dekatnya. Sejak Henny meninggal. Mary bertambah dekat dengan Marie. Perlahan-lahan tingkah laku Mary bertambah aneh. Teman-temannya pun hanya sedikit, tetapi Mary tidak memperdulikan itu Meskipun Guru TK juga tidak memerhatikannya. Mereka menjauhinya karena aura yang dipancarkan Mary benar-benar tidak menyenangkan. Ditambah ia juga sering membawa boneka yang kusam.

Dua tahun pun berlalu. Boneka Marie masih duduk manis di samping Mary. Ibu berkata bahwa Marie harus dicuci, karena sudah kotor. Mary menangis dan menolak bonekanya di cuci. Ia sayang dengan Marie. Diputar-putar dengan mesin dan terkena air sabun itu pasti menyakitkan.
Tanpa mendengar tangisan Mary, Ibu merebut dan melempar Marie ke mesin cuci. Kemudian Ibu menyalakan mesin cuci. Mary menangis histeris. Mengapa orang terdekatnya yang selalu menyiksa Marie? Apa salah Marie?
Keesokan harinya, Ibu Mary meninggal akibat kepalanya bocor. Ayah Mary yang sedang di luar kota pun pulang dengan frustasi.
Mereka mengadakan upacara pemakaman. Untuk terakhir kalinya, Mary memegang wajah ibunya dan berkata " apa pukulanku terlalu keras?"

HAUNTED HOUSE

Aku berencana ingin pergi ke Rumah Hantu di taman kota. Peminatnya sangat banyak. Tapi, kabarnya tempat itu di tutup untuk sementara, mengapa Rumah Hantu itu di tutup? Aku merasa penasaran, seseram apa Rumah Hantu itu? Seminggu setelahnya, Aku pergi ke ke taman itu untuk melihat wahananya. Rupanya, tempat itu ada perbaikkan. Rasa penasaran yang tinggi membuatku bertanya kepada salah satu Pekerja itu.

"Permisi. apakah perbaikkannya masih lama?" Tanyaku sambil melihat-lihat bangunannya, lumayan seram juga. Pekerja itu hanya diam dan Ekspresinya datar. Aku merasa canggung. Apa pertanyaanku tadi salah,ya?

"Sebentar lagi selesai, hanya butuh beberapa jam lagi." ucap Pekerja itu sambil memasang properti diatas langit-langit.
"Wah, aku sudah tidak sabar lagi ingin mencobanya. Pasti seru sekali!" Seruku. Entah kenapa perasaanku tidak enak.

"Jika kau ingin mencobanya, silahkan. Gratis untukmu saja." Balasnya sambil menunjukan pintu masuk. Mataku membelalak kaget.
"Benarkah aku boleh untuk mencobanya??" Tanyaku penuh harap. Semoga pendengaranku masih tajam. Pria itu hanya mengangguk kecil. Pasti sangat menyenangkan!

Dengan gugup aku masuk bangunan itu. Ada wanita bertudung hitam yang memberiku karcis. Setelah aku berterimakasih, Aku segera memasuki kereta. Yang membuat ini berbeda dengan tempat yang lainnya. Kereta yang digunakan adalah kereta gantung!
Tiba-tiba bell berbunyi yang artinya permainan ini akan dimulai. Kereta mulai berjalan pelan dan terdengar decitan. Kereta gantung itu membawaku keluar gedung, Sampailah kereta itu ke sebuah jurang dan berhenti. Aku merasa ngeri melihat jurang itu dari atas. Tiba-tiba di samping jurang itu,datang ribuan zombie yang menyeramkan. Mereka memanjat dinding jurang dan Mereka membawa senjata tajam. Mereka tertawa-tawa dan melempar senjata tajam itu ke arah keretaku. Aku merasa ini hanyalah efek saja.

Wajahku berubah pucat melihat pisau itu benar-benar asli. bahkan Beberapa pisau itu memecahkan kaca.
Aku panik dan menangis. Aku memencet tombol merah di sampingku untuk meminta bantuan. Tiba-tiba Tali kereta putus dengan otomatis dan kereta gantungnya pun jatuh ke jurang...

Jumat, 04 Desember 2015

Sleep

Suasana disekitarku gelap sekali. Rasanya hampa. Aku mendengar suara tangisan. siapa itu? Aku merasakan ada yang menatapku begitu tajam. aku takut! Aku berusaha untuk bangun tapi tidak bisa! tiba-tiba makhluk itu mendekat. Rambutnya yang panjang dan pakaiannya yang putih. Lidahnya panjang dan tajam membuatku jijik. matanya yang berdarah membuatku pucat. dia membawa silet untuk memotong.. LIDAHKU?! Ia menarik rambutku dengan kencang, Aku merasa darah mengalir dengan perlahan di kulit kepalaku. sakit sekali!
"AAAAAAAAAAAHH! " Teriakku melengking. Rambutku ia tarik hingga kulit kepalaku robek.
Dia semakin mendekat dan menggeram, aku menutup mata dan berharap ini hanya mimpi.Aku menahan tangis.
"TIDAAKK!" jeritku.
setelah aku membuka mata. tidak ada apa-apa?! syukurlah yang tadi hanya mimpi!
Tiba-tiba seluruh kamarku gelap dan terdengar suara tangisan, perlahan-lahan aku melihat ada sosok yang sedang menatapku..


TOILET

Perutku melilit! Aku memegang perutku yang sakit dan segera berlari ke toilet. semua orang melihatku dengan tatapan penasaran. sial! sedang asyiknya berbelanja di mall, malah sakit perut begini! aku membuka toilet, ada orang yang sedang membersihkan toilet. Aku lihat ia sedang mengepel. bersih juga toiletnya.
"Permisi mbak? saya mau pakai toiletnya.." ujarku sambil menahan sakit perutku. Ia tidak mengatakan apa-apa dan terus mengepel. aku bergegas langsung masuk WC dan menutup wc. di celah pintu, Kulihat ada wanita cantik masuk toilet dengan tergesa-gesa.
"ada 1 lagi.." gumam mbak itu yang membuatku bingung. Apa maksudnya? ah, mungkin sampah atau sejenisnya..
aku duduk di atas kloset dan mulai buang air besar. Rasa penasaranku pun muncul. setelah Memakai kembali celanaku, Aku melihat ke bawah pintu, aku sangat terkejut melihat mbak itu menguliti wanita cantik itu menggunakan pisau daging. Ia melakukan itu dengan pelan. kemudian Mbak itu berdiri di depan pintu toiletku sambil membawa Pisau daging..

Rabu, 02 Desember 2015

ILLUSION

Orangtuaku sangat sibuk. Setiap hari bekerja dan bekerja. Aku selalu dirumah sendirian. Aku kesepian, aku ingin sekali mempunyai teman. Di sekolah, aku dikucilkan. Aku selalu ditindas, di marahi, di hina, dll. Aku sangat ingin mempunyai adik. Adik manis yang bisa menemaniku. Pasti menyenangkan sekali. Sayangnya aku tidak punya itu.
Saat itu Ibu pulang dengan keadaan mabuk, aku memapah Ibu yang mabuk ke kamar, Mulut Ibu bau alkohol! Mengapa Ibu mabuk? dimana Ayah? Aku membiarkan Ibu mengoceh sendirian di kamar.
Saat aku membuka pintu rumah, Tubuhku kaku dan tidak bisa bergerak!
aku melihat di depan pagar ada gadis sebaya denganku. Ia terkejut melihat seorang wanita mabuk ke rumahnya. Ia memapah wanita itu ke kamarnya. Setelah gadis itu membuka pintu rumahnya. Ia tidak menyadari bahwa di belakangnya ada seseorang.
Mataku membelalak dan berusaha untuk bergerak agar bisa kabur dari sini..

Jumat, 27 November 2015

DVD

Alena Savanah. Seorang wanita berumur 20 tahun yang sangat suka menonton. Dalam sehari, ia bisa menonton selama 5 jam berturut-turut. Matanya minus 7.5. yang menyebabkan kacamatanya tebal. Hobinya menonton film Horror. entah mengapa, setiap menonton itu ia selalu tertawa. tertawa seperti itu memang film komedi. sebaliknya, Alena merasa jijik menonton film komedi. baginya film komedi itu menjijikan seperti kotoran.
Saking senangnya dengan film horror, ia memesan satu DVD terseram di salah satu sosial media. Setelah barang yang ia pesan sampai. Anehnya tidak ada judul di DVD itu. Ia merasa memesan DVD yang salah. Ia menelepon penjual DVD itu. sudah berkali-kali ia menelepon tidak diangkat dengan alasan no.telp yang ia tuju tidak benar.

Alena merasa kesal, dia pergi kedapur dan mengambil camilannya dan bersiap-siap untuk menonton DVD aneh itu. setelah DVD dimasukkan, tiba-tiba terdengar suara aneh.
"SHHH.. SHHH.. HRGG...SHHH.."
Alena hanya tenang-tenang saja dan memasang wajah datar. ia tau itu hanya efek 'menakuti' dari DVD itu.

saat detik yang ke 5.23. Alena melotot melihat apa yang dilihatnya. Dia berteriak, menjerit, dengan histeris ia mengambil silet dan menghancurkan semua apa yang didekatnya
dia mencabik-cabik  dan memukul dinding.
ia mencongkel matanya sendiri sambil terus menjerit dengan memilukan.
ia mematahkan lengannya dan melemparnya. dia menangis dan tertawa seperti orang gila.
dia akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri saat DVD itu selesai.

Kamis, 26 November 2015

Black Book

Dia selalu merasa sendirian meskipun ditempat yang bising sekalipun. Tiap hari hanya merenung saja. tidak ada yang dikerjakan kecuali melamun. melamun dan melamun. Banyak sekali yang ingin berteman dengannya. Tapi aura yang ia pancarkan membuat semua orang menjadi ngeri. entah mengapa, semua guru di sekolahnya juga menjauhinya tanpa sebab.

Saat ia melamun di tepi pantai. Ada yang memberinya sebuah buku. entah siapa yang memberikan buku itu, mungkin ia terlalu asyik melamun sehingga tidak menghiraukan orang itu.
Ia melamun lagi sambil melihat buku bersampul hitam itu. apakah ia harus mengambilnya? di benaknya Ia sangat ingin melihat isi buku itu. Tapi di pikirannya, berkata lain.
tangannya mengambil buku itu, dengan perlahan ia membuka isi bukunya. Ia terkejut melihat isinya hanyalah sebuah cerita pendek. Terdapat angka 665 di atasnya.
dia membaca buku itu, membacanya hingga larut malam. hingga ia lupa sebenarnya ia dimana. Nyatanya ia masih di tepi pantai yang mulai sepi pengunjung. Karena terlalu menghayati isi buku itu. nalurinya berubah, Ia merasa dirinya bukanlah manusia yang waras.
dia berlari sambil membawa buku itu menuju rumahnya.
ia mengobrak-abrik isi lemarinya dan menemukan sebuah pisau tajam yang mengkilat.

Ia berlari tanpa tujuan. setelah menemukan tempat yang sepi. Perlahan-lahan ia mengiris, memotong, mencabik tubuhnya sendiri. mulai dari kaki hingga seluruh tubuhnya.  dengan sedikit kesadaran. Ia menulis namanya di belakang buku itu. Perlahan-lahan ia mencongkel seluruh tubuhnya. dan ia tewas mengenaskan. ditangannya sendiri..

keesokan harinya, seorang gadis yang sedang merenung. menemukan buku bersampul hitam.
buku itu ia buka dengan takut-takut. ia terkejut menemukan sebuah cerita pendek dengan angka 666 diatasnya..

-end(?)

FAKED

"Mom,, aku takut!" ujar Courtney sambil memeluk Momnya yang sedang memotong daging dengan cepat. Mom mengusap kepala Courtney dengan lembut.
"Takut apa sayang? takut dengan monster lagi?" Mom menggendong Courtney yang terus merengek kesal karena digoda Momnya. Courtney menggeleng cepat.
"bukann! aku takut.. di dapur ada orang yang aneh!" Courtney menarik celemek Mom sambil merengek-rengek. Mom tertawa dan menurunkan Courtney dari pundaknya.
"Hahaha. kamu berlebihan sayang, Nah sini Mom tunjukkan.." Mom menengok kanan dan kiri dengan tidak wajar, sayangnya tidak ada apa-apa di dapur.
"nah, lihat kan?. sudahlah, kamu main saja di kamar. Mom ingin memasak sup ayam. nanti.. kalau sudah selesai ayamnya. Mom akan menghampirimu.."  ujar Mom.

Courtney hanya diam dan menatap kepergian Momnya. Bukannya pergi ke kamarnya, Courtney malah berlari kearah depan rumah dan bergumam pelan..
"bukankah Mom sedang pergi ke pasar?"

tanpa Courtney sadari, dibelakangnya ada seseorang yang sedang memegang kapak besar.
"BUGH.." Orang itu menendang tubuh Courtney hingga tersungkur. setelah itu, ia melayangkan kapaknya diatas kepala Courtney. setelah kepala Courtney hancur, dengan membabi buta ia menginjak dan mengiris tubuh Courtney dengan kapak.

Setengah jam kemudian, Mom Courtney yang asli pulang dengan membawa sekantung sayuran.
Ia melihat pintu rumahnya yang berwarna merah dan diatas meja penuh dengan organ tubuh Courtney.

diatas pintu ada Kepala Courtney yang hancur dan dgantung begitu saja.  Mom nya menangis dan melihat kapak berdarah di atas  meja. Mom mengambilnya dan memenggal kepalanya sambil menangis..



who???

Mataku sudah tidak tahan lagi untuk dipejamkan. Aku masih saja duduk di depan PC ku. sudah 9 jam mataku masih terbuka lebar. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dengan kencang. Ah itu pasti Ibu.
"nak, cepatlah mandi. sudah siang. sejak tengah malam hingga saat ini, kau masih saja mengerjakan tugas." panggil Ibuku. aku hanya berguman pelan. aku benar-benar sibuk sampai terlihat seperti zombie. Aku mencari handphoneku dan melihat pukul berapa sekarang, rasanya waktu berjalan dengan cepat. tugasku saja masih 2 lembar lagi. Aku menghela napas panjang, kepalaku sudah pening mengerjakan tugas segunung ini. seperti tidak ada habis-habisnya.

pukul 10.45
Wah.. pantas saja kepalaku pening. sudah setengah hari aku membuat tugas konyol ini. benar-benar gila!
aku beranjak dari kursi kerjaku dan merengangkan tubuh.
"Hoahhmm.." aku menguap lebar dan mengambil tugas 'gila' ku itu diatas meja.
hmm.. tinggal beberapa kertas. yah, kurasa aku bisa mengerjakan beberapa jam lagi..
tapi, setelah aku mandi terlebih dahulu.. tubuhku butuh air yang segar dan dingin.

aku masuk kedalam kamar mandi dan mulai memandikan tubuh.
beberapa menit kemudian aku baru menyadari.. aku lupa membawa handuk! aku memanggil Ibu.
"bu! bu! tolong ambilkan handukku, bu!" teriakku.
1 detik..

2detik..

tiba-tiba Ibu datang dan memberikan handuk padaku. aku mengambilnya lewat celah pintu.
"thanks Bu." aku membalut tubuhku memakai handuk dan keluar kamar mandi.
setelah memakai pakaian aku turun ke lantai bawah melewati tangga.
"bu, sepertinya handuk ini sudah lama bu. kenapa tidak ambil yang baru?" tanyaku sambil duduk di depan Ibuku.
"lho? handuk apa?" tanya Ibuku sambil membaca majalah dengan serius.
"handuk yang tadi ibu beri padaku tadi.." kataku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"ngomong apa sih kamu ini? sejak tadi ibu kan di bawah terus!" ibu kesal karena diganggu olehku. dan pergi begitu saja. tentunya sambil membaca majalah baru. aku hanya melongo dan merasa bulu kudukku merinding..

imaginary friend

Carollina Gerald. Gadis berumur 4 tahun yang sangat lucu. Aku sangat beruntung memiliki dia di hidupku. tak terasa sudah 4 tahun kami bersama. Aku masih ingat saat dia masih kecil. Tubuhnya sangat mungil. aku terharu memiliki gadis secantik Carol. Sekarang, Caroline sudah bisa menulis abjad a-z. Dia pun hapal lagu anak-anak. Dia gadis yang sangat pintar.

Carol sangat suka berbicara sendiri. baik di rumah maupun di sekolah, guru-guru di sekolahnya hanya mengatakan, Carol mempunyai imajinasi yang kuat. Tapi , dia sering melakukan itu. saat tidur pun dia masih berbicara kepada seseorang. aku menjadi bertambah takut, karena suamiku kini tidak dirumah. ia sedang keluar negeri dan akan pulang minggu depan. Hanya karena masalah ini, Carol hampir tidak mempunyai teman di dunia nyata.

tapi aku khawatir. apakah itu mempengaruhi psikologis anakku? bagaimana jika Carol dianggap tidak waras? apa aku terlalu berlebihan? aku memegang kepalaku yang pusing.
tapi aku merasa harus menghentikan Carol sekarang juga. karena sekarang aku melihat Carol memegang pisau dapur, ia mengarahkan keperutnya dan berkata "AKU JUGA INGIN IKUT BERSAMAMU, TEMAN..."

Rabu, 25 November 2015

ALL OF THEM WILL DIE

Derra. gadis yang terobsesi dengan sebuah komik. Komik favoritenya sejak dulu adalah komik All Of Them Will Die. Komik yang berisi tentang beberapa orang mati dengan cara yang tidak wajar. Setelah membaca buku itu, Derra berubah menjadi gadis yang penuh imajinasi mengerikan.

Saat disekolah, Derra terus bercerita tentang gadis yang meninggal dengan mengenaskan hanya karena memainkan sebuah penggaris besi. Teman-temannya mulai tertarik dengan cerita Derra, ternyata Derra menceritakan itu berulang kali hingga ada beberapa temannya yang mulai menangis.
"Sudah cukup! Aku tidak ingin dengar itu lagi! itu sangat mengerikan!!" teriak Sarrah sambil menangis.

"Mengerikan? bukankah ini menyenangkan??" Tawa Derra sambil terus bercerita, tanpa henti.
 bagaikan kerasukan roh, dia terus bercerita. terus..hingga teman-temannya perlahan menjauhinya.  Derra dijuluki Creepy Girl. seluruh ceritanya membuat semua guru muak. Akhirnya Derra menjadi gila. Ia di kurung di sebuah gudang, tujuannya? agar dia berhenti untuk bercerita.

setelah beberapa hari akhirnya ia boleh keluar. Dengan syarat, ia tidak boleh bercerita lagi. sayangnya Derra masih saja bercerita. Ia bercerita ke teman sebangkunya. temannya itu menangis dan menjerit mendengar cerita Derra yang tiada henti. Teman-teman yang lain juga menangis. karena sudah tidak kuat, mereka semua berbarengan memukul Derra. Dengan membabi buta mereka menusuk-nusuk perut Derra dengan gunting, penggaris, dll. Mereka menjambak, merobek , dan memukul tubuh Derra. Hingga tubuh Derra hancur. Guru-guru tidak bisa berbuat apa-apa. mereka hanya bisa menonton itu sambil menangis. Berharap mereka berhenti. semua guru tak berani ikut campur, bagaimana jika mereka semua menyerang guru mereka sendiri?

akhirnya Derra tewas mengenaskan ditangan teman-teman sekelasnya. Disamping tubuh Derra hanya ada buku itu..


Sabtu, 21 November 2015

SCHOOL

at 12.00 pm

Napasku tidak beraturan , kepalaku mulai berimajinasi tentang itu. Sejenak aku berpikir. Apakah ia akan melakukan hal yang sama? Aku merebahkan tubuhku diatas meja dan menenangkan diri. Aku membuka tasku dan mengeluarkan buku bersampul hitam. Tiba-tiba Viane mengambil senter dan mengarahkannya padaku. Alisku mengeryit bingung. Viane menarik tanganku dengan cepat, aku membereskan isi tasku yang berantakan.
langkah demi langkah Viane berlari sambil menarik tanganku. Hanya cahaya senter yang menerangi jalan kami di koridor.
Mulutku terasa gatal ingin menanyakan maksud Viane menarikku tadi. Tapi seakan-akan Viane menyuruhku diam dan mengikuti apa yang dia inginkan.
"Shhtt! Dyne, aku ingin kita pergi dari tempat ini! lupakan tentang penelitianmu itu!" bisik Viane sambil tetap membawaku pergi. Aneh, mengapa tangannya berkeringat dingin?

"Hah!? What the Hell? kita baru saja memulai ini!" bisikku sambil mendengus marah. Viane menunjukan tangannya yang berdarah, maksudku JARI TANGANNYA HILANG?! entah terpotongkah? atau terluka?. aku terkejut sambil menatap Viane tidak percaya.
"Apa maksudmu, Viane? APA YANG MEREKA LAKUKAN!?? kau bertemu dengan mereka?!" Bentakku marah sambil berlari meninggalkan Viane sambil menelepon Mad. Aku harus beritahu mereka, segera tinggalkan bangunan ini! SEGERA!

Aku menelepon Mad dengan handphoneku. ini bahaya!
" Hai? bagaimana penelitian kita? apa benar sekolah itu berhantu? apa benar hampir sebagian murid meninggal?bagaimana roh mereka? apa mayat mereka berserakan di setiap koridor? aku menelepon pemilik bangunan itu jam 11.00 pm lalu. kata beliau, mayat itu masih berserakan di setiap sudut sekolah dan dibiarkan begitu saja! waw! " Mad masih saja bercerita.

"Mad, suruh sem- eh, mayat? bukankah dari tadi aku tidak melihat i-"
TUUT..TUT...
aku menoleh kebelakang dan melihat Viane melempar ponselku hingga hancur berantakan.
mataku membelalak tidak percaya. tubuh Viane hancur berantakan, darahnya menciprat ke seluruh tubuhku.
" kau masih tidak tahu siapa aku?" kata Viane dengan suara yang mengerikan. sekarang aku mengerti mengapa mayat itu hilang begitu saja.

-END-