Alkisah, ada seorang gadis bernama Mary. Sejak ia masih kecil, Ia sudah mempunyai boneka perempuan yang diberi nama Marie. Ia tidak pernah lepas dari boneka itu hingga ia masuk TK. Saat itu, Mary pergi ke kelasnya, ia melihat Bonekanya itu terkena lumpur. Mary menangis melihat bonekanya kotor. Dia berkata " Aku tidak mengijinkan seorang pun yang menyakitinya!".
Esoknya, Henny meninggal akibat terperosok kedalam sumur. Mary bertambah sedih, karena Henny adalah teman dekatnya. Sejak Henny meninggal. Mary bertambah dekat dengan Marie. Perlahan-lahan tingkah laku Mary bertambah aneh. Teman-temannya pun hanya sedikit, tetapi Mary tidak memperdulikan itu Meskipun Guru TK juga tidak memerhatikannya. Mereka menjauhinya karena aura yang dipancarkan Mary benar-benar tidak menyenangkan. Ditambah ia juga sering membawa boneka yang kusam.
Dua tahun pun berlalu. Boneka Marie masih duduk manis di samping Mary. Ibu berkata bahwa Marie harus dicuci, karena sudah kotor. Mary menangis dan menolak bonekanya di cuci. Ia sayang dengan Marie. Diputar-putar dengan mesin dan terkena air sabun itu pasti menyakitkan.
Tanpa mendengar tangisan Mary, Ibu merebut dan melempar Marie ke mesin cuci. Kemudian Ibu menyalakan mesin cuci. Mary menangis histeris. Mengapa orang terdekatnya yang selalu menyiksa Marie? Apa salah Marie?
Keesokan harinya, Ibu Mary meninggal akibat kepalanya bocor. Ayah Mary yang sedang di luar kota pun pulang dengan frustasi.
Mereka mengadakan upacara pemakaman. Untuk terakhir kalinya, Mary memegang wajah ibunya dan berkata " apa pukulanku terlalu keras?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar