Dia selalu merasa sendirian meskipun ditempat yang bising sekalipun. Tiap hari hanya merenung saja. tidak ada yang dikerjakan kecuali melamun. melamun dan melamun. Banyak sekali yang ingin berteman dengannya. Tapi aura yang ia pancarkan membuat semua orang menjadi ngeri. entah mengapa, semua guru di sekolahnya juga menjauhinya tanpa sebab.
Saat ia melamun di tepi pantai. Ada yang memberinya sebuah buku. entah siapa yang memberikan buku itu, mungkin ia terlalu asyik melamun sehingga tidak menghiraukan orang itu.
Ia melamun lagi sambil melihat buku bersampul hitam itu. apakah ia harus mengambilnya? di benaknya Ia sangat ingin melihat isi buku itu. Tapi di pikirannya, berkata lain.
tangannya mengambil buku itu, dengan perlahan ia membuka isi bukunya. Ia terkejut melihat isinya hanyalah sebuah cerita pendek. Terdapat angka 665 di atasnya.
dia membaca buku itu, membacanya hingga larut malam. hingga ia lupa sebenarnya ia dimana. Nyatanya ia masih di tepi pantai yang mulai sepi pengunjung. Karena terlalu menghayati isi buku itu. nalurinya berubah, Ia merasa dirinya bukanlah manusia yang waras.
dia berlari sambil membawa buku itu menuju rumahnya.
ia mengobrak-abrik isi lemarinya dan menemukan sebuah pisau tajam yang mengkilat.
Ia berlari tanpa tujuan. setelah menemukan tempat yang sepi. Perlahan-lahan ia mengiris, memotong, mencabik tubuhnya sendiri. mulai dari kaki hingga seluruh tubuhnya. dengan sedikit kesadaran. Ia menulis namanya di belakang buku itu. Perlahan-lahan ia mencongkel seluruh tubuhnya. dan ia tewas mengenaskan. ditangannya sendiri..
keesokan harinya, seorang gadis yang sedang merenung. menemukan buku bersampul hitam.
buku itu ia buka dengan takut-takut. ia terkejut menemukan sebuah cerita pendek dengan angka 666 diatasnya..
-end(?)
CreePy Notes
READ AND ENJOY THE STORY!!
Kamis, 26 November 2015
FAKED
"Mom,, aku takut!" ujar Courtney sambil memeluk Momnya yang sedang memotong daging dengan cepat. Mom mengusap kepala Courtney dengan lembut.
"Takut apa sayang? takut dengan monster lagi?" Mom menggendong Courtney yang terus merengek kesal karena digoda Momnya. Courtney menggeleng cepat.
"bukann! aku takut.. di dapur ada orang yang aneh!" Courtney menarik celemek Mom sambil merengek-rengek. Mom tertawa dan menurunkan Courtney dari pundaknya.
"Hahaha. kamu berlebihan sayang, Nah sini Mom tunjukkan.." Mom menengok kanan dan kiri dengan tidak wajar, sayangnya tidak ada apa-apa di dapur.
"nah, lihat kan?. sudahlah, kamu main saja di kamar. Mom ingin memasak sup ayam. nanti.. kalau sudah selesai ayamnya. Mom akan menghampirimu.." ujar Mom.
Courtney hanya diam dan menatap kepergian Momnya. Bukannya pergi ke kamarnya, Courtney malah berlari kearah depan rumah dan bergumam pelan..
"bukankah Mom sedang pergi ke pasar?"
tanpa Courtney sadari, dibelakangnya ada seseorang yang sedang memegang kapak besar.
"BUGH.." Orang itu menendang tubuh Courtney hingga tersungkur. setelah itu, ia melayangkan kapaknya diatas kepala Courtney. setelah kepala Courtney hancur, dengan membabi buta ia menginjak dan mengiris tubuh Courtney dengan kapak.
Setengah jam kemudian, Mom Courtney yang asli pulang dengan membawa sekantung sayuran.
Ia melihat pintu rumahnya yang berwarna merah dan diatas meja penuh dengan organ tubuh Courtney.
diatas pintu ada Kepala Courtney yang hancur dan dgantung begitu saja. Mom nya menangis dan melihat kapak berdarah di atas meja. Mom mengambilnya dan memenggal kepalanya sambil menangis..
"Takut apa sayang? takut dengan monster lagi?" Mom menggendong Courtney yang terus merengek kesal karena digoda Momnya. Courtney menggeleng cepat.
"bukann! aku takut.. di dapur ada orang yang aneh!" Courtney menarik celemek Mom sambil merengek-rengek. Mom tertawa dan menurunkan Courtney dari pundaknya.
"Hahaha. kamu berlebihan sayang, Nah sini Mom tunjukkan.." Mom menengok kanan dan kiri dengan tidak wajar, sayangnya tidak ada apa-apa di dapur.
"nah, lihat kan?. sudahlah, kamu main saja di kamar. Mom ingin memasak sup ayam. nanti.. kalau sudah selesai ayamnya. Mom akan menghampirimu.." ujar Mom.
Courtney hanya diam dan menatap kepergian Momnya. Bukannya pergi ke kamarnya, Courtney malah berlari kearah depan rumah dan bergumam pelan..
"bukankah Mom sedang pergi ke pasar?"
tanpa Courtney sadari, dibelakangnya ada seseorang yang sedang memegang kapak besar.
"BUGH.." Orang itu menendang tubuh Courtney hingga tersungkur. setelah itu, ia melayangkan kapaknya diatas kepala Courtney. setelah kepala Courtney hancur, dengan membabi buta ia menginjak dan mengiris tubuh Courtney dengan kapak.
Setengah jam kemudian, Mom Courtney yang asli pulang dengan membawa sekantung sayuran.
Ia melihat pintu rumahnya yang berwarna merah dan diatas meja penuh dengan organ tubuh Courtney.
diatas pintu ada Kepala Courtney yang hancur dan dgantung begitu saja. Mom nya menangis dan melihat kapak berdarah di atas meja. Mom mengambilnya dan memenggal kepalanya sambil menangis..
who???
Mataku sudah tidak tahan lagi untuk dipejamkan. Aku masih saja duduk di depan PC ku. sudah 9 jam mataku masih terbuka lebar. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dengan kencang. Ah itu pasti Ibu.
"nak, cepatlah mandi. sudah siang. sejak tengah malam hingga saat ini, kau masih saja mengerjakan tugas." panggil Ibuku. aku hanya berguman pelan. aku benar-benar sibuk sampai terlihat seperti zombie. Aku mencari handphoneku dan melihat pukul berapa sekarang, rasanya waktu berjalan dengan cepat. tugasku saja masih 2 lembar lagi. Aku menghela napas panjang, kepalaku sudah pening mengerjakan tugas segunung ini. seperti tidak ada habis-habisnya.
pukul 10.45
Wah.. pantas saja kepalaku pening. sudah setengah hari aku membuat tugas konyol ini. benar-benar gila!
aku beranjak dari kursi kerjaku dan merengangkan tubuh.
"Hoahhmm.." aku menguap lebar dan mengambil tugas 'gila' ku itu diatas meja.
hmm.. tinggal beberapa kertas. yah, kurasa aku bisa mengerjakan beberapa jam lagi..
tapi, setelah aku mandi terlebih dahulu.. tubuhku butuh air yang segar dan dingin.
aku masuk kedalam kamar mandi dan mulai memandikan tubuh.
beberapa menit kemudian aku baru menyadari.. aku lupa membawa handuk! aku memanggil Ibu.
"bu! bu! tolong ambilkan handukku, bu!" teriakku.
1 detik..
2detik..
tiba-tiba Ibu datang dan memberikan handuk padaku. aku mengambilnya lewat celah pintu.
"thanks Bu." aku membalut tubuhku memakai handuk dan keluar kamar mandi.
setelah memakai pakaian aku turun ke lantai bawah melewati tangga.
"bu, sepertinya handuk ini sudah lama bu. kenapa tidak ambil yang baru?" tanyaku sambil duduk di depan Ibuku.
"lho? handuk apa?" tanya Ibuku sambil membaca majalah dengan serius.
"handuk yang tadi ibu beri padaku tadi.." kataku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"ngomong apa sih kamu ini? sejak tadi ibu kan di bawah terus!" ibu kesal karena diganggu olehku. dan pergi begitu saja. tentunya sambil membaca majalah baru. aku hanya melongo dan merasa bulu kudukku merinding..
"nak, cepatlah mandi. sudah siang. sejak tengah malam hingga saat ini, kau masih saja mengerjakan tugas." panggil Ibuku. aku hanya berguman pelan. aku benar-benar sibuk sampai terlihat seperti zombie. Aku mencari handphoneku dan melihat pukul berapa sekarang, rasanya waktu berjalan dengan cepat. tugasku saja masih 2 lembar lagi. Aku menghela napas panjang, kepalaku sudah pening mengerjakan tugas segunung ini. seperti tidak ada habis-habisnya.
pukul 10.45
Wah.. pantas saja kepalaku pening. sudah setengah hari aku membuat tugas konyol ini. benar-benar gila!
aku beranjak dari kursi kerjaku dan merengangkan tubuh.
"Hoahhmm.." aku menguap lebar dan mengambil tugas 'gila' ku itu diatas meja.
hmm.. tinggal beberapa kertas. yah, kurasa aku bisa mengerjakan beberapa jam lagi..
tapi, setelah aku mandi terlebih dahulu.. tubuhku butuh air yang segar dan dingin.
aku masuk kedalam kamar mandi dan mulai memandikan tubuh.
beberapa menit kemudian aku baru menyadari.. aku lupa membawa handuk! aku memanggil Ibu.
"bu! bu! tolong ambilkan handukku, bu!" teriakku.
1 detik..
2detik..
tiba-tiba Ibu datang dan memberikan handuk padaku. aku mengambilnya lewat celah pintu.
"thanks Bu." aku membalut tubuhku memakai handuk dan keluar kamar mandi.
setelah memakai pakaian aku turun ke lantai bawah melewati tangga.
"bu, sepertinya handuk ini sudah lama bu. kenapa tidak ambil yang baru?" tanyaku sambil duduk di depan Ibuku.
"lho? handuk apa?" tanya Ibuku sambil membaca majalah dengan serius.
"handuk yang tadi ibu beri padaku tadi.." kataku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"ngomong apa sih kamu ini? sejak tadi ibu kan di bawah terus!" ibu kesal karena diganggu olehku. dan pergi begitu saja. tentunya sambil membaca majalah baru. aku hanya melongo dan merasa bulu kudukku merinding..
imaginary friend
Carollina Gerald. Gadis berumur 4 tahun yang sangat lucu. Aku sangat beruntung memiliki dia di hidupku. tak terasa sudah 4 tahun kami bersama. Aku masih ingat saat dia masih kecil. Tubuhnya sangat mungil. aku terharu memiliki gadis secantik Carol. Sekarang, Caroline sudah bisa menulis abjad a-z. Dia pun hapal lagu anak-anak. Dia gadis yang sangat pintar.
Carol sangat suka berbicara sendiri. baik di rumah maupun di sekolah, guru-guru di sekolahnya hanya mengatakan, Carol mempunyai imajinasi yang kuat. Tapi , dia sering melakukan itu. saat tidur pun dia masih berbicara kepada seseorang. aku menjadi bertambah takut, karena suamiku kini tidak dirumah. ia sedang keluar negeri dan akan pulang minggu depan. Hanya karena masalah ini, Carol hampir tidak mempunyai teman di dunia nyata.
tapi aku khawatir. apakah itu mempengaruhi psikologis anakku? bagaimana jika Carol dianggap tidak waras? apa aku terlalu berlebihan? aku memegang kepalaku yang pusing.
tapi aku merasa harus menghentikan Carol sekarang juga. karena sekarang aku melihat Carol memegang pisau dapur, ia mengarahkan keperutnya dan berkata "AKU JUGA INGIN IKUT BERSAMAMU, TEMAN..."
Carol sangat suka berbicara sendiri. baik di rumah maupun di sekolah, guru-guru di sekolahnya hanya mengatakan, Carol mempunyai imajinasi yang kuat. Tapi , dia sering melakukan itu. saat tidur pun dia masih berbicara kepada seseorang. aku menjadi bertambah takut, karena suamiku kini tidak dirumah. ia sedang keluar negeri dan akan pulang minggu depan. Hanya karena masalah ini, Carol hampir tidak mempunyai teman di dunia nyata.
tapi aku khawatir. apakah itu mempengaruhi psikologis anakku? bagaimana jika Carol dianggap tidak waras? apa aku terlalu berlebihan? aku memegang kepalaku yang pusing.
tapi aku merasa harus menghentikan Carol sekarang juga. karena sekarang aku melihat Carol memegang pisau dapur, ia mengarahkan keperutnya dan berkata "AKU JUGA INGIN IKUT BERSAMAMU, TEMAN..."
Langganan:
Postingan (Atom)