Konsentrasilah! mulai besok, ujian akan diadakan! Aku memaksa otakku untuk menghapal rumus gila ini. Tiba-tiba Mandy datang kearahku dan memberikan sebuah buku tebal.
" ini, buku yang kupinjam beberapa hari yang lalu." Wajahnya datar tanpa ekspresi, itulah Mandy. Asal kau tahu, Dia sangat galak. Menatap matanya saja sudah membuatku merinding.
"hmm... oke, Oh ya. kau tidak belajar untuk ulangan besok?" Tanyaku. Aku bermaksud mengajaknya belajar bersama, Mandy itu anak yang jenius. Semua nilai ujiannya A++. Dia tidak pernah mendapat B atau C. Sedangkan aku? entah mengapa aku selalu mendapat D atau F. Miris!
"Asal kau tahu, aku tidak ingin belajar bersamamu, Kinda." Ucap Mandy datar. Aku tahu dia tidak menyukaiku. Aku anak yang malas dan konyol. Aku juga anak yang usil, Hampir setiap hari aku mengusili Mandy.
" Hahaha.. Aku tahu kau tidak bisa melepaskan sepatumu sekarang, karena aku yang mengolesi lem di sepatumu. Hahaha.." Mata Mandy berubah menjadi menyeramkan.
"Kinda, Dimalam hari nanti, aku ingin tidur nyenyak. Awas saja jika kau mengangguku. Akan terjadi masalah yang sangat buruk.Kau akan menyesal jika membangunkanku." Ancam Mandy sambil menatapku tajam. Aku menelan ludahku. Tapi, aku penasaran juga apa yang akan dilakukan Mandy jika aku membangunkannya. Aku tertawa kecil dalam hati.
Malam harinya, Aku menyusup ke kamar Mandy. Aku berjalan pelan-pelan ke kasurnya. Aku berniat membuatnya terkejut. aku membuka selimutnya. Wajahnya tidak kelihatan dan hanya tubuhnya saja yang kulihat. aneh? Mungkin karena gelap? Aku merasa lemas di saat itu juga dan mengurungkan niatku untuk menjahili Mandy.
Keesokannya, saat di sekolah. Aku melihat Mandy sedang duduk di kursi kantin. Dia sedang membaca buku. Aku menyapanya. "Hello Mandy! kemarin malam aku ada ke kamarmu. Kau tertidur sangat pulas." Mandy terkekeh kecil.
"bohong.." ucapnya. aku menatap matanya lekat-lekat.
"Benar! aku benar-benar ke kamarmu tahu!! aku melihatmu tidur di kasur pink dengan pulas!" ucapku dengan lantang.
"kau bohong, aku tak ada disana." ucap Mandy sambil terkekeh. huh! dia meremehkanku! tunggu. dia tak ada disana??
"Aku tidur di rumah Kenny. Aku sudah tahu pasti kau akan menjahiliku." ucap Mandy lalu pergi begitu saja.
ya, kurasa tak ada yang aneh. Tunggu, siapa yang tidur diatas kasurnya waktu itu!?
CreePy Notes
READ AND ENJOY THE STORY!!
Senin, 08 Februari 2016
19
Alunan lagu "Happy birthday" membuat telinga Karen sakit. Dia merasa sangat sial di hari ulang tahunnya. 1 Tahun lalu, di hari ulang tahunnya. seharusnya dia mendapatkan kesenangan dan kegembiraan. Namun yang justru dia dapatkan adalah kecelakaan. Tangannya tertusuk jarum 18 kali dan kakinya terkena silet 18 kali. jarum dan silet itu Seolah-olah ikut merayakan hari ulang tahun Karen. Tahun ini, Karen berulang tahun ke 19. Karen tidak berani keluar rumah barang sedikitpun. Kejadian aneh itu sudah mengikutinya sejak ia berumur 17 tahun. Dia menjadi paranoid. Bahkan sekarang kaki dan kedua tangannya belum berfungsi dengan optimal akibat dari kecelakaan itu.
Keluarga Karen menganggap ini adalah kecelakaan yang tidak disengaja. Mereka tidak pernah menganggap kejadian ini benar-benar serius. Lagipula keluarga Karen adalah keluarga yang mempuyai banyak harta. Mereka lebih sibuk mengejar harta, harta, dan harta!
"Damn! mereka tidak pernah merasakan apa penderitaanku selama ini! Aku benci! Aku benciii!!" Tangis Karen.
"Seandainya mereka semua mati!! Aku benci mereka!!" Teriaknya histeris. Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu.
"silahkan masuk!" bentak Karen dengan kasar. Ternyata yang mengetuknya adalah Ibunya, Karen terkejut dan membungkuk pelan.
"maafk-" Permintaan maaf Karen terpotong. Karen mengangkat wajahnya. Ibunya datang membawakan kue ulang tahun berwarna merah. Karen mencium bau yang aneh.
"makanlah, nak.." Ucap Ibunya sambil membelai kepala Karen dengan lembut.
Karen melihat kue itu sambil mengambil garpu. Ibunya kemudian merebut garpu Karen dengan cepat.
Karen terkejut ketika garpu itu menusuk matanya.
darah bercucuran dimana-mana.
"AAAAAAAA!!!! AAAAAAAAAHHHH! TIDAAAK!MATAKUUUU!!" Jeritnya melengking. Ibunya tertawa sambil tersenyum kejam. Dia menusuk mata Karen dan mencabutnya. Teriakan dari mukut Karen tidak membuatnya berhenti. kaki dan tangan Karen meronta-ronta.
"Happy birthday!kau yang akan menjadi kue selanjutnya!!! hahahahahaa..." Ibunya menusuk dan mencabut garpunya dari mata Karen berkali-kali sambil menghitungnya.
" 1.........2..........3.........4........"
Keluarga Karen menganggap ini adalah kecelakaan yang tidak disengaja. Mereka tidak pernah menganggap kejadian ini benar-benar serius. Lagipula keluarga Karen adalah keluarga yang mempuyai banyak harta. Mereka lebih sibuk mengejar harta, harta, dan harta!
"Damn! mereka tidak pernah merasakan apa penderitaanku selama ini! Aku benci! Aku benciii!!" Tangis Karen.
"Seandainya mereka semua mati!! Aku benci mereka!!" Teriaknya histeris. Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu.
"silahkan masuk!" bentak Karen dengan kasar. Ternyata yang mengetuknya adalah Ibunya, Karen terkejut dan membungkuk pelan.
"maafk-" Permintaan maaf Karen terpotong. Karen mengangkat wajahnya. Ibunya datang membawakan kue ulang tahun berwarna merah. Karen mencium bau yang aneh.
"makanlah, nak.." Ucap Ibunya sambil membelai kepala Karen dengan lembut.
Karen melihat kue itu sambil mengambil garpu. Ibunya kemudian merebut garpu Karen dengan cepat.
Karen terkejut ketika garpu itu menusuk matanya.
darah bercucuran dimana-mana.
"AAAAAAAA!!!! AAAAAAAAAHHHH! TIDAAAK!MATAKUUUU!!" Jeritnya melengking. Ibunya tertawa sambil tersenyum kejam. Dia menusuk mata Karen dan mencabutnya. Teriakan dari mukut Karen tidak membuatnya berhenti. kaki dan tangan Karen meronta-ronta.
"Happy birthday!kau yang akan menjadi kue selanjutnya!!! hahahahahaa..." Ibunya menusuk dan mencabut garpunya dari mata Karen berkali-kali sambil menghitungnya.
" 1.........2..........3.........4........"
Langganan:
Postingan (Atom)