CreePy Notes

CreePy Notes
READ AND ENJOY THE STORY!!

Minggu, 20 Desember 2015

Photo

Rasa capek memenuhi otaknya, tubuhnya sudah lelah mengerjakan ini dan itu. Ingin rasanya dia tidur dengan nyenyak di atas kasurnya. Apa boleh buat, tuntutan pekerjaan membuatnya harus terjaga semalaman. Didepan laptop dan secangkir kopinya, dia mengetik keyboard dengan cepat. Didalam benaknya, pekerjaan ini harus tuntas dengan segera!
setelah sebulan Ia lembur, akhinya dia dapat bersantai. Besoknya, ia pergi ke rumah lamanya disebuah daerah terpencil. Rumah itu masih layak huni. Rumah itu dulunya ditempati oleh almarhum Kakeknya. Meskipun sudah berbulan-bulan tidak terawat, Ia merasa nyaman tinggal di tempat itu. Jarak apartemennya dengan rumah itu sekitar 6 jam , dan Ia harus memakai mobilnya untuk kesana.

Selama di perjalanan, kelopak matanya terasa sangat berat. Ia baru ingat jika dirinya tidak tidur dengan cukup.
Ia mengerang sakit kepala. Dengan terpaksa ia berhenti di rest area. Ia membeli kopi untuk meredakan rasa kantuknya yang menyerang tiba-tiba. Setelah merasa sedikit lebih baik, Ia melanjutkan perjalanan. 6 jam pun berlalu, ia sudah sampai di tujuannya. Dia memarkir mobilnya di garasi, dan memasuki rumah lamanya itu. Saat ia membuka pitu, banyak debu berterbangan dimana-mana. Dalam pikirannya sudah ingin tidur karena lelah. Tenaganya terkuras habis untuk menyetir, hari pun sudah malam.

Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukan angka 12 malam. dengan perlahan, ia berjalan ke kamarnya. Dia membuka pintu dan terkejut. Ia melihat foto seorang pria di dinding. Pria yang tidak di kenalnya, mungkin itu teman kakeknya. Pria di foto itu seolah-olah menatap lekat padanya, Wajah pria itu menyeramkan. Seakan-akan mengawasi sesuatu. Karena rasa kantuknya sudah bertambah, ia tidak menghiraukan itu dan langsung tertidur.
keesokan harinya, Ia bangun dan menguap lebar. Dia sedikit merenggangkan badannya. Ia melihat foto itu. kemudian ia terkejut mendapati itu hanya sebuah jendela, Jendela besar yang terbuka lebar..

Rabu, 09 Desember 2015

MARY

Alkisah, ada seorang gadis bernama Mary. Sejak ia masih kecil, Ia sudah mempunyai boneka perempuan yang diberi nama Marie. Ia tidak pernah lepas dari boneka itu hingga ia masuk TK. Saat itu, Mary pergi ke kelasnya, ia melihat Bonekanya itu terkena lumpur. Mary menangis melihat bonekanya kotor. Dia berkata " Aku tidak mengijinkan seorang pun yang menyakitinya!".
Esoknya, Henny meninggal akibat terperosok kedalam sumur. Mary bertambah sedih, karena Henny adalah teman dekatnya. Sejak Henny meninggal. Mary bertambah dekat dengan Marie. Perlahan-lahan tingkah laku Mary bertambah aneh. Teman-temannya pun hanya sedikit, tetapi Mary tidak memperdulikan itu Meskipun Guru TK juga tidak memerhatikannya. Mereka menjauhinya karena aura yang dipancarkan Mary benar-benar tidak menyenangkan. Ditambah ia juga sering membawa boneka yang kusam.

Dua tahun pun berlalu. Boneka Marie masih duduk manis di samping Mary. Ibu berkata bahwa Marie harus dicuci, karena sudah kotor. Mary menangis dan menolak bonekanya di cuci. Ia sayang dengan Marie. Diputar-putar dengan mesin dan terkena air sabun itu pasti menyakitkan.
Tanpa mendengar tangisan Mary, Ibu merebut dan melempar Marie ke mesin cuci. Kemudian Ibu menyalakan mesin cuci. Mary menangis histeris. Mengapa orang terdekatnya yang selalu menyiksa Marie? Apa salah Marie?
Keesokan harinya, Ibu Mary meninggal akibat kepalanya bocor. Ayah Mary yang sedang di luar kota pun pulang dengan frustasi.
Mereka mengadakan upacara pemakaman. Untuk terakhir kalinya, Mary memegang wajah ibunya dan berkata " apa pukulanku terlalu keras?"

HAUNTED HOUSE

Aku berencana ingin pergi ke Rumah Hantu di taman kota. Peminatnya sangat banyak. Tapi, kabarnya tempat itu di tutup untuk sementara, mengapa Rumah Hantu itu di tutup? Aku merasa penasaran, seseram apa Rumah Hantu itu? Seminggu setelahnya, Aku pergi ke ke taman itu untuk melihat wahananya. Rupanya, tempat itu ada perbaikkan. Rasa penasaran yang tinggi membuatku bertanya kepada salah satu Pekerja itu.

"Permisi. apakah perbaikkannya masih lama?" Tanyaku sambil melihat-lihat bangunannya, lumayan seram juga. Pekerja itu hanya diam dan Ekspresinya datar. Aku merasa canggung. Apa pertanyaanku tadi salah,ya?

"Sebentar lagi selesai, hanya butuh beberapa jam lagi." ucap Pekerja itu sambil memasang properti diatas langit-langit.
"Wah, aku sudah tidak sabar lagi ingin mencobanya. Pasti seru sekali!" Seruku. Entah kenapa perasaanku tidak enak.

"Jika kau ingin mencobanya, silahkan. Gratis untukmu saja." Balasnya sambil menunjukan pintu masuk. Mataku membelalak kaget.
"Benarkah aku boleh untuk mencobanya??" Tanyaku penuh harap. Semoga pendengaranku masih tajam. Pria itu hanya mengangguk kecil. Pasti sangat menyenangkan!

Dengan gugup aku masuk bangunan itu. Ada wanita bertudung hitam yang memberiku karcis. Setelah aku berterimakasih, Aku segera memasuki kereta. Yang membuat ini berbeda dengan tempat yang lainnya. Kereta yang digunakan adalah kereta gantung!
Tiba-tiba bell berbunyi yang artinya permainan ini akan dimulai. Kereta mulai berjalan pelan dan terdengar decitan. Kereta gantung itu membawaku keluar gedung, Sampailah kereta itu ke sebuah jurang dan berhenti. Aku merasa ngeri melihat jurang itu dari atas. Tiba-tiba di samping jurang itu,datang ribuan zombie yang menyeramkan. Mereka memanjat dinding jurang dan Mereka membawa senjata tajam. Mereka tertawa-tawa dan melempar senjata tajam itu ke arah keretaku. Aku merasa ini hanyalah efek saja.

Wajahku berubah pucat melihat pisau itu benar-benar asli. bahkan Beberapa pisau itu memecahkan kaca.
Aku panik dan menangis. Aku memencet tombol merah di sampingku untuk meminta bantuan. Tiba-tiba Tali kereta putus dengan otomatis dan kereta gantungnya pun jatuh ke jurang...

Jumat, 04 Desember 2015

Sleep

Suasana disekitarku gelap sekali. Rasanya hampa. Aku mendengar suara tangisan. siapa itu? Aku merasakan ada yang menatapku begitu tajam. aku takut! Aku berusaha untuk bangun tapi tidak bisa! tiba-tiba makhluk itu mendekat. Rambutnya yang panjang dan pakaiannya yang putih. Lidahnya panjang dan tajam membuatku jijik. matanya yang berdarah membuatku pucat. dia membawa silet untuk memotong.. LIDAHKU?! Ia menarik rambutku dengan kencang, Aku merasa darah mengalir dengan perlahan di kulit kepalaku. sakit sekali!
"AAAAAAAAAAAHH! " Teriakku melengking. Rambutku ia tarik hingga kulit kepalaku robek.
Dia semakin mendekat dan menggeram, aku menutup mata dan berharap ini hanya mimpi.Aku menahan tangis.
"TIDAAKK!" jeritku.
setelah aku membuka mata. tidak ada apa-apa?! syukurlah yang tadi hanya mimpi!
Tiba-tiba seluruh kamarku gelap dan terdengar suara tangisan, perlahan-lahan aku melihat ada sosok yang sedang menatapku..


TOILET

Perutku melilit! Aku memegang perutku yang sakit dan segera berlari ke toilet. semua orang melihatku dengan tatapan penasaran. sial! sedang asyiknya berbelanja di mall, malah sakit perut begini! aku membuka toilet, ada orang yang sedang membersihkan toilet. Aku lihat ia sedang mengepel. bersih juga toiletnya.
"Permisi mbak? saya mau pakai toiletnya.." ujarku sambil menahan sakit perutku. Ia tidak mengatakan apa-apa dan terus mengepel. aku bergegas langsung masuk WC dan menutup wc. di celah pintu, Kulihat ada wanita cantik masuk toilet dengan tergesa-gesa.
"ada 1 lagi.." gumam mbak itu yang membuatku bingung. Apa maksudnya? ah, mungkin sampah atau sejenisnya..
aku duduk di atas kloset dan mulai buang air besar. Rasa penasaranku pun muncul. setelah Memakai kembali celanaku, Aku melihat ke bawah pintu, aku sangat terkejut melihat mbak itu menguliti wanita cantik itu menggunakan pisau daging. Ia melakukan itu dengan pelan. kemudian Mbak itu berdiri di depan pintu toiletku sambil membawa Pisau daging..

Rabu, 02 Desember 2015

ILLUSION

Orangtuaku sangat sibuk. Setiap hari bekerja dan bekerja. Aku selalu dirumah sendirian. Aku kesepian, aku ingin sekali mempunyai teman. Di sekolah, aku dikucilkan. Aku selalu ditindas, di marahi, di hina, dll. Aku sangat ingin mempunyai adik. Adik manis yang bisa menemaniku. Pasti menyenangkan sekali. Sayangnya aku tidak punya itu.
Saat itu Ibu pulang dengan keadaan mabuk, aku memapah Ibu yang mabuk ke kamar, Mulut Ibu bau alkohol! Mengapa Ibu mabuk? dimana Ayah? Aku membiarkan Ibu mengoceh sendirian di kamar.
Saat aku membuka pintu rumah, Tubuhku kaku dan tidak bisa bergerak!
aku melihat di depan pagar ada gadis sebaya denganku. Ia terkejut melihat seorang wanita mabuk ke rumahnya. Ia memapah wanita itu ke kamarnya. Setelah gadis itu membuka pintu rumahnya. Ia tidak menyadari bahwa di belakangnya ada seseorang.
Mataku membelalak dan berusaha untuk bergerak agar bisa kabur dari sini..