CreePy Notes

CreePy Notes
READ AND ENJOY THE STORY!!

Sabtu, 27 Februari 2016

KORARA

Di sudut sebuah tempat. Ada sebuah kota kecil. Kota yang jarang dilewati orang banyak. Semakin bertambahnya waktu, tempat itu semakin dilupakan orang banyak. Bahkan pemerintah tidak mau banyak mengurus banyak hal tentang kota itu. Seakan-akan kota itu dikucilkan dan dilupakan. Ditambah Semua penduduk dikota itu bertingkah dengan tidak semestinya. Kota itu bersinar sekitar tahun 1967. Namun beberapa dekade kemudian, penghuni kota itu mulai sepi dan pergi seperti debu dan tidak diketahui lagi keberadaannya.Entah apa penyebabnya. Penduduk yang tersisa di kota itu seperti menyimpan misteri. Ditambah minimnya pencahayaan membuat kesan yang tidak bisa dijelaskan pada kota itu.

Aku satu-satunya orang yang tertarik dengan kota itu. Apa yang membuatku tertarik? sebenarnya aku ingin mencari sesuatu di kota itu. Malam ini aku berniat pergi ke kota tersebut untuk mencarinya. Aku memakai jaket tebal untuk menutupi tubuhku karena udara semakin dingin.
Aku menelusuri kota itu dengan sepeda motor. Kuusahakan agar suara mesin sepeda motorku ini tidak terlalu menganggu kota ini. Jalannya sangat luas, sehingga suara mesin motorku ini menggema dengan pelan memasuki kota ini. Hanya ada satu atau dua lampu saja yang bisa menerangi penglihatanku. Pertanyaan pun melintas dibenakku, mengapa kota ini lebih sepi daripada biasanya? Bahkan aku belum menemukan 1 orang pun.

Tiba-tiba ada sebuah toko yang masih buka. Aku berhenti didepan toko itu dan memarkir motorku. Aku mengancing semua jaketku. Malam ini sangat dingin sehingga rasa dingin itu menusuk tulangku. Aku melihat seorang wanita paruh baya melewati pintu. Aku bergumam dan menarik sudut bibirku. Dia membawa sekantung penuh barang. Aku bergegas membantunya membawa itu.
"Ups, maaf bu. Biar kubantu anda." Ucapku senormal mungkin. Ibu itu terlihat kaget dan mengangguk pelan, dia membiarkanku untuk membawa kantungnya.
"Tolong taruh saja didepan meja itu." Ucap ibu itu sambil memasuki toko tersebut. Toko itu sangat gelap. Toko yang kumasuki adalah tempat yang kurang kusuka. Toko ini menjual beberapa peralatan untuk ibu rumah tangga. Dan entah mengapa dinding toko ini penuh dengan bercak coklat kemerahan. Aku merinding sesaat. Wajah ibu itu terlihat tidak nyaman. Mungkin dia punya niat sesuatu.
Aku menaruh belanjaan ibu tadi di atas meja. Perlahan-lahan aku merasakan hal yang aneh. Ibu itu mengasah sebuah pisau di sudut toko, aku terperanjat kaget. Apa yang dia inginkan?! Aku merasakan tatapan yang menusuk. Dengan cepat aku mendorong ibu tadi dengan keras. Ibu itu terjatuh dan menatapku dengan takut.
"Sudah kuduga !! Mau apa kamu!?" Bentak ibu tadi sambil berusaha berlari. Aku tersenyum dengan lebar dan membuka jaketku. Kuperlihatkan Tubuhku yang penuh dengan bekas jahitan dan kasar. Banyak bintik bintik merah bernanah di tubuhku. Tiba-tiba dikulit tubuhku muncul lubang-lubang kecil dan Penuh dengan darah. Ibu tua tadi menangis dan berusaha mengambil pisau itu.

DAGH!!!
Aku menendang tubuhnya dan mencabik kakinya. Dia menjerit penuh kesakitan. Kakinya hanya terlihat setengah. Darahnya mengalir dimana-mana.

Aku tertawa dan mengambil alih pisau tajam itu. Kemudian Aku mengiris pelan kepala ibu itu. Dia menjerit lagi sampai akhirnya suaranya lenyap. Setelah itu aku mencongkel matanya dan memakannya. Semakin banyak aku memakan organ tubuhnya yang lezat, semakin sedikit lubang yang terdapat ditubuhku. Aku akan memakan kulitnya nanti, aku mulai mengambil ususnya dan memotongnya kecil-kecil lalu memakannya seperti memakan permen. Rasanya lebih enak dan lezat ditambah darahnya yang berceceran di lantai.

Di malam yang semakin dingin, hanya ada suara cecapan lidah yang sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba Lampu-lampu padam menambah dinginnya kota itu.
Alasan kota korara seperti ini karena hampir seluruh penduduknya mengalami hal yang sama sepertiku.