Dia selalu merasa sendirian meskipun ditempat yang bising sekalipun. Tiap hari hanya merenung saja. tidak ada yang dikerjakan kecuali melamun. melamun dan melamun. Banyak sekali yang ingin berteman dengannya. Tapi aura yang ia pancarkan membuat semua orang menjadi ngeri. entah mengapa, semua guru di sekolahnya juga menjauhinya tanpa sebab.
Saat ia melamun di tepi pantai. Ada yang memberinya sebuah buku. entah siapa yang memberikan buku itu, mungkin ia terlalu asyik melamun sehingga tidak menghiraukan orang itu.
Ia melamun lagi sambil melihat buku bersampul hitam itu. apakah ia harus mengambilnya? di benaknya Ia sangat ingin melihat isi buku itu. Tapi di pikirannya, berkata lain.
tangannya mengambil buku itu, dengan perlahan ia membuka isi bukunya. Ia terkejut melihat isinya hanyalah sebuah cerita pendek. Terdapat angka 665 di atasnya.
dia membaca buku itu, membacanya hingga larut malam. hingga ia lupa sebenarnya ia dimana. Nyatanya ia masih di tepi pantai yang mulai sepi pengunjung. Karena terlalu menghayati isi buku itu. nalurinya berubah, Ia merasa dirinya bukanlah manusia yang waras.
dia berlari sambil membawa buku itu menuju rumahnya.
ia mengobrak-abrik isi lemarinya dan menemukan sebuah pisau tajam yang mengkilat.
Ia berlari tanpa tujuan. setelah menemukan tempat yang sepi. Perlahan-lahan ia mengiris, memotong, mencabik tubuhnya sendiri. mulai dari kaki hingga seluruh tubuhnya. dengan sedikit kesadaran. Ia menulis namanya di belakang buku itu. Perlahan-lahan ia mencongkel seluruh tubuhnya. dan ia tewas mengenaskan. ditangannya sendiri..
keesokan harinya, seorang gadis yang sedang merenung. menemukan buku bersampul hitam.
buku itu ia buka dengan takut-takut. ia terkejut menemukan sebuah cerita pendek dengan angka 666 diatasnya..
-end(?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar