Remi mengambil laptopnya dan mulai membukanya. Dengan cekatan dia mengetik dan memposting beberapa foto ke social media. Belum semenit, sudah ratusan like yang dia dapatkan. Wajar saja, Followersnya sudah lebih dari 1000 orang.
Puluhan komentar memenuhi ponselnya. Remi memang sombong dan menyebalkan. Ditambah ia sering menindas yang jauh lebih
Lemah. Remi tertawa kecil. Dia senang sekali menjadi primadona di Social media maupun di lingkungannya.
Ping!
Sebuah pesan masuk pun muncul di Messengernya.
"Huh. Pasti minta followback atau minta no.ponsel. Ih" Desisnya sambil menghapus pesan yamg didapatnya.
Saat menghapus, Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dengan malas Remi mengangkat telepon yang masuk.
"Ck. Hallo? Siapa ini?" Sapanya dengan kasar. Namun hanya keheningan yang menjawab.
"Ah! Telepon iseng!" Marahnya lalu membanting ponselnya ke sofa.
ping! Ping!
Lagi-lagi ada pesan masuk dari pengirim yang sama. Remi melihat nama pengirim dengan bingung.
"DarkLUce666?? Pfft! Kampungan sekali! Dia benar-benar mengidolakanku!" Kara Remi sambil tertawa meremehkan.
Remi membuka pesan yang pertama.
DarkLUce666 : Aku tahu kamu menghapus pesanku.Jangan meremehkanku.
Mata Remi membelalak. Darimana dia tahu? Apa dia stalker? Menjijikan!
Dengan takut-takut Remi membaca pesan kedua.
DarkLUce666 : Aku menunggumu..
Remi memukul bantal yang sedari tadi ada di sampingnya.
"Ah. Ahahaha... lucu. Lucu sekali. Aku tahu dia pasti sinting!"
Ping!
Remi tanpa kata-kata langsung membuka pesan. Ternyata itu video. Ia membukanya.
Video diputar. Seorang laki-laki memakai topeng. Wajah Remi pucat. Topeng yang dipakainya adalah wajah Remi!!
Anak laki-laki itu menggunakan efek suara aneh. "Hello... aku baru saja dipanggil dengan kata sinting dam kampungan."
ucapnya sambil mengambil foto Remi yang hanya separuh telanjang. Remi terbelalak kaget. Darimana ia mendapat foto semacam itu! Dia stalker!
"Kamu tahu ini apa? " kata laki-laki itu sambil memegang pisau berlumur darah
Remi menelan ludah sambil menangis. Di belakang laki-laki itu ada mayat orangtuanya yang sudah membusuk.
"Yah.. keluarga bahagia... " Ucapnya sambil tertawa.
Remi menjerit histeris sambil memukul laptopnya.
"SIAPA KAMUU!?!? "jeritnya tertahan ketika melihat Laki-laki bejat itu menyuruh Remi menengok kebelakang.
Dengan hati yang berdegup kencang. Remi menoleh.
Dia melihat Laki-laki itu didepannya memegang gergaji mesin.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!"