Aku menghela napas untuk kesekian kalinya. Ini sudah 2x aku mendapat hal seperti ini..
bisakah dia berhenti dan tidak membuatku bosan?
Dengan perlahan kubuka jendela kamar agar mendapat angin yang sejuk. Setidaknya ini membantuku agar tidak merasa stress.
Oh, ayolah.. sampai kapan dia melakukan itu? Rasanya aku ingin menendangnya keluar dari kamarku. Tapi aku tak bisa. Aku harus berpura-pura tidak melihatnya. Karena dia tidak tahu bahwa aku bisa melihatnya. Holy Sh*t??
Dia melakukan itu lagi? Baunya sangat menjijikan. Baunya sudah menyebar kemana-mana! Apa dia gila?
Aku menepis pikiranku yang berkecamuk dan mulai berjalan kearah kasurku. Aku merebahkan diri diatas kasur dan mencoba untuk tidur sejenak. Pikiranku kacau saat ini.
saat kubuka mata. Aku berpura-pura mengambil selimut dan sempat melihat apa yang dilakukannya. Dan aku sempat menarik sudut bibirku. Wajahnya tepat didepan wajahku. Kuyakin wajahnya pasti hancur. Matanya memerah pekat dan dia tersenyum dengan sangat lebar dan tidak normal. Tiba-tiba , telapak tanganku tergores sesuatu. Kurasa Goresan itu membentuk sebuah kalimat. Aku menggigit bibirku menahan rasa sakit. Dia mendekatkan dirinya sambil melihat dalam-dalam mataku.
darah perlahan-lahan memenuhi telapak tanganku. Membuat tulisan itu tidak terlihat olehku. Bukannya menjauh, dia melakukan hal yang menjijikan. Dia menjilat bibirnya lalu memutar kepalanya 180 derajat. Akhirnya aku dapat melihat tulisan di telapak tanganku. Setelah kubaca, aku menelan ludah dengan gugup.
"AKU TAHU KAU MELIHATKU"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar