Aku merasa aneh dengan cermin dirumahku. Bukan karena takut hantu atau sejenisnya. Hanya saja. Entah mengapa aku merinding melewati cermin didepan kamar mandi. Rasanya cermin itu sangat aneh. Bingkainya selalu terlihat kotor. Meskipun sudah berkali-kali aku bersihkan dan aku ganti tetap saja kotor. Benar-benar sangat aneh. Aku pergi ke toko untuk membeli cermin baru. Cermin yang lebih minimalis dan indah. Saat memasuki toko itu. Seorang pramuniaga mengangguk dan mengucapkan salam seperti biasa.
"Selamat siang Nona. Ada yang bisa saya bantu?' Aku mengangguk dengan sopan sambil tersenyum kecil.
"Aku butuh sebuah cermin dengan model yang minimalis." Pramuniaga itu mengangguk pelan dan mulai menunjukan beberapa model yang aku inginkan. Mataku tertuju pada satu model cermin yang menarik.
"Ehm..ini model apa ya?" Pramuniaga itu tersenyum kecil mendengar pertanyaanku.
"Maaf, cermin model ini sudah habis terjual minggu lalu. Kami belum menambah stoknya lagi." Ucap pramuniaga itu. Kemudian dia membawaku ke tempat cermin yang bermodel lain.
"Bagaimana dengan model ini? Ini model yang simple dan cocok untuk Nona" ucapnya sambil menunjukan salah satu cermin.Akhirnya pilihanku jatuh pada cermin yang berbentuk persegipanjang. Bingkainya bermodel simple dan bergaris-garis. Warnanya coklat kemerahan. Merahnya sangat terlihat.
Aku membawa pulang cermin baruku itu. Setelah aku memasuki rumahku. Aku membuka plastik dan bungkus cerminnya. Cermin itu kupasang di depan kamar mandi. Cermin lama aku buang ke tempat sampah. Setelah 10 menit aku perhatikan cermin baru, tiba-tiba cermin itu berdebu. Terdapat bayang-bayang hitam disana. Aku mengelap cermin itu berkali-kali. Tapi debu itu tidak mau hilang. Aku merasakan bayang-bayang atau debu itu semakin jelas.
setelah beberapa detik. Aku menyadari sesuatu. Sebenarnya bukan cermin itulah yang kotor..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar